Tampilkan postingan dengan label ke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ke. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Rayuan BR1M Dilanjutkan Ke 31 MAC 2012

Salam semua,



IPOH: Pemohon yang gagal menerima Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) masih boleh membuat rayuan berikutan tempoh permohonannya dilanjutkan selewat-lewatnya akhir bulan ini, kata Menteri Kewangan Kedua Datuk Seri Ahmad Husni Hanadzlah.
Beliau berkata borang permohonan yang dibuat sebelum ini akan disemak semula bagi memastikan pemohon yang benar-benar layak tidak terlepas daripada menerima bantuan wang tunai RM500 itu.
"Sebelum ini kerajaan memutuskan 15 Mac sebagai tarikh akhir permohonan bagi individu yang tidak berjaya menerima bantuan. Kita akan terus membuat pertimbangan bagi memastikan setiap pemohon layak mendapat bantuan.
"Kita tak tetapkan tarikh akhir permohonan tapi saya berharap akhir bulan Mac ini majoritinya akan buat rayuan kerana bulan April nanti Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN) sebagai agensi yang memproses permohonan itu akan mula terlibat dalam kutipan cukai," katanya.
Beliau berkata demikian selepas Majlis perasmian pecah tanah tapak Perpustakaan Desa Pekan Chemor di sini, Ahad.
Husni berkata melalui permohonan rayuan, 90 peratus daripada 200,000 pemohon berjaya menerima bantuan itu dan kegagalan pemohonan sebelum ini adalah berpunca daripada masalah teknikal.
Sementara itu, beliau berkata perpustakaan berkeluasan 2,643 kaki persegi itu adalah paling besar di antara 20 perpustakaan di kawasan Tambun.
Kerajaan persekutuan menyalurkan bantuan sebanyak RM716,000 untuk membina perpustakaan itu yang dijangka siap 20 Nov ini, katanya. - BERNAMA
Read More..

Sabtu, 21 Desember 2013

Jom Ke Seberang




Suatu hari Sumardi sajer jungle trekking dalam hutan.Dan secara tidak sengaja dia menjumpai dusun buah-buahan yang seperti ditinggalkan. Oleh kerana yakin takde tuan, kerana jauh dalam hutan, Sumardi pun belasahlah buah rambutan yang sedang masak ranum , kebetulan dia sedang dahaga sangat.

Sambil tersengih-sengih teringat kisah Ajoi di New York, dia makan rambutan dengan rakus sambil menjeling buah durian yang baru gugur. “Hmm lepas ni makan durian pulak!”

Tiba-tiba dia mendengar orang memanggil nama dia (suspen nih)

“Sumardi! Sumardi” kedengaran orang memanggilnya itu dari seberang sungai.

Dia memandang ke seberang sungai dan ternampak member kamceng dia, Ajoi sedang bertenggek atas batu sambil melambai-lambai.


La, mamat ni ader jer..

Ajoi: “Woi bro!, sinilah!”

Sumardi yang sedang syok makan buah rambutan menjawab : “Pehal?” dengan kereknya.

Ajoi: :Ke seberang sini la kejap, aku ada benda nak tunjuk pada ko!”

Sumardi: “Pedia?” “Aku tgh syok makan rambutan nih! Kalau ko nak datang la ke sini!!!”

Ajoi: “Weii ni benda best ni! Rugi kalau ko tak datang tengok!”

Oleh kerana desakan Ajoi, Sumardi dengan keberatan turun ke sungai sambil menjeling buah durian tadi sambil menelan air liur.

Dengan bersusah payah Sumardi berenang ke seberang sungai yang besar tu untuk berjumpa dengan Ajoi sehingga dia nyaris lemas dan bercalar balar badannya terkena batu.

Sumardi:”Pehal ni Joi?” sambil termengah-mengah dan basah kuyup.”Apa yang ko nak tunjuk dengan aku tadi?”

Ajoi: “Hei Di, tengok tu, banyak betul buah-buahan di seberang sungai sana tu kan….?”
Sambil menunjuk dusun yang Sumardi pergi tadi…


sumber : isu hangat
Read More..

Senin, 25 November 2013

Benarkah Jika Shalat dan Doa Naik Ke Langit


Kita mungkin pernah bertanya kenapa shalat harus menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini juga sering jadi perenungan saya seperti ini :
1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam),

bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.

2. Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.


3. Kenapa Solat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat

4. Kenapa Solat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali dari di tempat sendiri.

5. Singgasana Tuhan ada di Langit Tertinggi

Dari perenungan didapat :
1. Solat dan Doa adalah pemujaan terhadap Tuhan Semesta Yang Maha Tunggal, kita memerlukan hubungan intens dengan-Nya. Sehingga tercipta Hubungan Sang Pencipta dan yang diciptakan (makhluk) secara dua arah
2. Pada saat Solat dan Doa kita yakin mengeluarkan energi, Pikiran dan Hati yang Fokus/Konsentrasi adalah generatornya. Sebagaimana kita bekerja yang mengeluarkan energi, dan dari energi tersebut menjadikan hasil, barang dan jasa. Hukum Kekekalan Energi mengatakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan hanya dapat berubah bentuk, lalu kemana Energi Solat dan Doa kita?
3. Solat diharuskan menghadap Kiblat, berarti arah Energi terfokus ke arah Kiblat dan akan bertanya lagi setelah dari Kabah akan kemana larinya Energi solat?
4. Kalau Solat Berjamaah nilainya lebih tinggi 27 kali lipat.
5. Di Kabah ada ibadah Thawaf yang kapan saja orang boleh melakukannya tanpa terikat aturan waktu.

Perenungan Sintesa :
1. Energi Solat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga solat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang solat dan tawaf (kiamat?).


4. Untuk simplifikasi pemahaman kira-kira dapat di analogikan proses ini dengan internet, sebagai berikut :
a. Solat individu dianalogikan dengan PC,
b. Solat menghadap kiblat adalah arah koneksi (menghadap Kiblat adalah fisik lahir terlepas dari isi doa)
c. Tawaf adalah Router Utama yang bertindak sebagai generator
d. Energi ke atas adalah Hyper Main Bandwith menuju Maha Server di Singgasana Tuhan
e. Speed Koneksi individu pelaku solat ditentukan tingkat ke Khusuan dan ke Iklasan (PC= Kualitas Operating System, kualitas Hardware, Kualitas Software, tingkat kontaminasi virus, Struktur Data, Kelengkapan Pheriferal, dan kekokohan firewall dari virus/trojan/malware/secam (Setan)).
f. Koneksi yang sempurna tentu akan memudahkan Penyembahan pada Tuhan (up load) dan memahami sepenuhnya Kehendak Tuhan. Sehingga konon jika solat orang beriman akan membuat batin lebih tenang dan jiwa lebih sehat (download upgrade, anti virus, nambah ilmu, keberkahan, keselamatan, kasih sayang, kearifan, rejeki lahir batin dsb)
g. Niat adalah start up total yang terealisasi, mulai Sistem Operasi, Kesiapan Hardware dan Sotware, fokus koneksi. Karena niat jika tidak direalisasikan dengan fokus hardware (Wudu, gerakan fisik menghadap Kiblat, gerakan solat, pengertian doa solat) dan software (Hati/rasa dan Pikiran secara virtual menghadap Maha Raja Pencipta) dihawatirkan koneksi tidak terjadi, dan energinya akan terbuang tidak terfokus. Jika hukum kekekalan energi berlaku, maka energi solat akan tidak sampai dan disinyalir akan dimanfaatkan oleh setan untuk memperkuat diri.

5. Orang yang solat di Masjidil Haram mendapat point 100.000 kali, mudah dimengerti karena solatnya pada kumparan energi dari jamaah solat di seluruh dunia yang berkumulasi dan bertumpuk. Sehingga speednya lebih tersundul dan lebih dekat dengan access point Router Utama (Kabah).

6. Kalau solat berjamaah akan mendapat point 27 kali, kira-kira itu diibaratkan penyatuan energi dari para jamaah sehingga speed untuk naik ke Langit 27 kali lebih cepat. Kira-kira analoginya jika solat sendiri 60 kbps (khusu), maka dengan solat berjamaah menjadi 1,62 Mbps.

7. Kenapa ada pula anjuran solat rawatib dan solat-solat sunat, dhuha, tahajud, tarawih, dan doa menghadap Kiblat, kira-kira dapat dianalogikan makin sering Koneksi dengan Tuhan akan semakin baik dan speed koneksinya makin masive. Dan sebaliknya apabila solatnya malas-malasan dan terpaksa, kemungkinan DC (disconected) akan sering atau lemot koneksinya.

8. Bumi bertawaf, ya analogi tawaf di Kabah, karena berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Dan akan kiamat apabila berputar dengan sebaliknya (matahari terbit dari Barat).

9. Malaikat pun bertawaf di suatu tempat (galaxy?), analogi tawaf Kabah, tentu arah putarannya berlawanan jarum jam dan arah energinya ke atas pula. Ini sedikit hipotesa, bahwa energi yang naik ke langit dari Bumi tadi akan terkumpul di tempat tawaf para Malaikat untuk diteruskan dan diperkuat menuju Singgasana Tuhan Yang Maha Perkasa.

Renungan Kesimpulan
1. Solat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Tuhan juga.

2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

3. Menjawab kalo solat itu tidak menyembah batu (Kabah), tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Semoga bermanfaat..




Source
Read More..