Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Februari 2014
Kisah Benar yang memilukan Gadis cantik yang berbakti pada ibunya
13 Nov 2013
(c) xinhua/chinadaily
Vemale.com
Read More..
(c) chinadaily.com
Mang Peijie, hanyalah seorang gadis biasa, namun sejak beberapa tahun yang lalu, dia menjadi seorang anak yang menginspirasi ramai orang di China. Apa yang membuatnya begitu istimewa?
Sejak kecil, Ming peijie sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Sang ayah meninggal disebabkan satu kemalangan ketika Mang Peijie masih sangat kecil. Tak lama kemudian, sang ibu juga meninggalkannya dan menitipkan Meng Peijie pada wanita bernama Liu Fanying. Sebenarnya keputusan ini juga berat, kedua wanita ini sama-sama tak memiliki banyakw ang untuk merawat Meng.
(c) xinhua/china daily
Namun Liu tetap menyambut amanah itu. 3 tahun kemudian, Liu mengalami kelumpuhan. Dia ditinggalkan oleh suaminya dan Meng Peijie masih berusia 8 tahun. Apa yang dapat dilakukan gadis sekecil itu?
Anak Berbakti dan Berhati Mulia
Tak disangka, Meng Peijie yang masih kecil mau merawat ibu angkatnya. Seharian penuh, gadis kecil itu membantu memandikan Liu, menyuapinya, hingga memapahnya ke tempat tidur. Meski dia menjadi anak yang berbakti pada Liu, gadis ini tetap ingin bersekolah dan tahun 2009 lalu dia bertinjauan masuk ke Shanxi Normal University.
Tempat itu sangat jauh dari tempat Meng tinggal. Oleh kerana itu, dia membawa ibu angkatnya ratusan batu dari tempat tinggal mereka, menuju ke sekolah Meng. Di sana, Meng mencari rumah kos yang dekat agar dapat tetap merawat ibu angkatnya.
(c) xinhua/chinadaily
Bagi sang ibu, Meng Peijie adalah anak yang luar biasa. Entah bagaimana jadinya kalau dia tak pernah memiliki Meng. Gadis itu membesar menjadi anak yang cantik dan baik hati. Dia dengan sabar melatih ibunya bergerak, memberus gigi, atau mengurut kaki ibunya. Suatu ketika, Liu bertanya pada Meng, "Apakah hidupmu terasa getir?"
Meng menggeleng, "Tidak, selama aku bersama ibu." Jawaban ini membuat hati Liu seolah mencair, "Aku sangat berterima kasih pada ibu kandungnya kerana telah memberiku seorang anak yang baik dan berbakti."
Arti Ibu Bagi Meng Peijie
Ketika menerima penghargaan sebagai sosok yang inspiratif, Meng sedikit merasakan ada beban di pundaknya ketika ini. Sebelumnya dia hanya punya fikiran sederhana. "Kurasa aku sangat naif dan bodoh. Aku tak banyak berfikir bila menghadapi masalah. Di mana aku mengalami kesukaran, aku akan menerimanya dan mencari jalan keluar begitu saja," kata Meng.
Sejak kecil, Meng hanya ada ibu angkatnya. Namun dia sangat menyayangi ibunya kerana baginya, ibu artinya rumah. Siapa yang memiliki ibu, adalah orang yang paling bahagia di dunia. "Yang aku lakukan hanyalah tanggung jawab sebagai seorang anak," kata Meng dengan polos.
(c) xinhua/chinadaily
Meng tak banyak bicara ketika media mulai menyoroti kehidupannya. Dia cenderung menjawab dengan sederhana dan melemparkan banyak senyuman. Meski dia sedikit merasa ada beban moral dari penghargaan yang dia terima, namun hal tersebut memberikan keringanan pada hidupnya. Pemerintah memberi ibunya seorang jururawat yang akan menggantikan tugas Meng selama gadis 24 tahun itu melanjutkan pengajiannya.
Meski begitu, dia tetap tak melupakan ibunya. Meski bukan ibu kandung, Liu tetaplah rumah baginya dan itulah kebahagiaan sederhana yang dia syukuri. Di kala masa lapang, Meng akan senantiasa menghabiskan waktu bersama wanita yang sangat berarti baginya itu.
Ladies, Meng memberikan inspirasi bagi kita. Di kala banyak di antara kita yang mengeluh akan kesulitan hidup, setidaknya Meng memberi pencerahan bahawa semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya dan sebenarnya, kita lebih kuat dari masalah yang kita hadapi.
Selasa, 10 Desember 2013
Fakta dibalik Kisah Berdirinya Patung patung Monumental di Jakarta
Banyak kisah maupun fakta menarik dibalik pembuatan patung-patung di kota Jakarta. Seperti yang kita kenal saat ini, ada beberapa tugu atau patung yang keberadaannya terkenal di Jakarta, antara lain Patung Dirgantara, Patung Selamat datang, patung Arjuna wijaya, patung pahlawan, dan lain sebagainya.
Nah berikut ini akan kita bahas fakta dan kisah dibalik pembuatan patung-patung bersejarah yang tersebar di beberapa jalan pusat kota Jakarta.
1. Patung Arjuna Wijaya atau Patung Asta Brata
Nah berikut ini akan kita bahas fakta dan kisah dibalik pembuatan patung-patung bersejarah yang tersebar di beberapa jalan pusat kota Jakarta.
1. Patung Arjuna Wijaya atau Patung Asta Brata
Patung Arjuna Wijaya ini dibangun pada bulan Agustus 1987. Patung ini menggambarkan sosok Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya ditunggangi oleh Batara Kresna.
Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen saat mereka melawan Adipati Karna. Oleh orang-orang jakarta, patung ini biasa dikenal dengan nama Patung kuda setan, atau juga Patung delman.
Kereta pada patung tersebut ditarik oleh delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan yang diidolakan oleh Presiden Soeharto.
Asta Brata itu meliputi falsafah hidup yang mengajarkan kita harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudera, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung itu menempel prasasti yang bertuliskan "Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir".
Proses pembuatan patung ini pernah mengalami keterbatasan dana, sehingga patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet.
Sampai dengan tahun 2003, patung Arjuna Wijaya mengalami kerusakan, sehingga akhirnya patung ini direnovasi kembali dengan menelan biaya 4 miliar. Bahan material patung itu sendiri diganti dengan bahan tembaga.
2. Patung Dirgantara
Adegan patung karya pematung Nyoman Nuarta itu diambil dari fragmen saat mereka melawan Adipati Karna. Oleh orang-orang jakarta, patung ini biasa dikenal dengan nama Patung kuda setan, atau juga Patung delman.
Kereta pada patung tersebut ditarik oleh delapan kuda, yang melambangkan delapan ajaran kehidupan yang diidolakan oleh Presiden Soeharto.
Asta Brata itu meliputi falsafah hidup yang mengajarkan kita harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudera, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung itu menempel prasasti yang bertuliskan "Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir".
Proses pembuatan patung ini pernah mengalami keterbatasan dana, sehingga patung itu dibuat dari bahan poliester resin yang punya kelemahan mudah rapuh jika terkena sinar ultraviolet.
Sampai dengan tahun 2003, patung Arjuna Wijaya mengalami kerusakan, sehingga akhirnya patung ini direnovasi kembali dengan menelan biaya 4 miliar. Bahan material patung itu sendiri diganti dengan bahan tembaga.
2. Patung Dirgantara
Patung dirgantara biasa dikenal dengan nama plesetannya, yakni patung pancoran, patung "hey kamu", bahkan ada yang menyebutnya sebagai patung superman.
Patung yang berada di daerah pancoran ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta atas permintaan Bung Karno. Tujuan dari pembuatan patung ini adalah untuk menampilkan keperkasaan dan kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia.
Patung Dirgantara ini menghadap ke Utara dengan tangannya mengacung ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Lokasinya dekat dengan Markas Besar Angkatan Udara di Selatannya dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma di Tenggaranya. Karena bertempat di kawasan Pancoran makanya patung ini sering dibilang patung Pancoran.
Ada kisah yang beredar, bahwa Indonesia pernah mengalami kekurangan anggaran untuk biaya pembuatan patung ini, sehingga Presiden Soekarno harus rela menjual mobilnya untuk membiayai kekurangannya.
3. Patung Selamat Datang
Patung yang berada di daerah pancoran ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta atas permintaan Bung Karno. Tujuan dari pembuatan patung ini adalah untuk menampilkan keperkasaan dan kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia.
Patung Dirgantara ini menghadap ke Utara dengan tangannya mengacung ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Lokasinya dekat dengan Markas Besar Angkatan Udara di Selatannya dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma di Tenggaranya. Karena bertempat di kawasan Pancoran makanya patung ini sering dibilang patung Pancoran.
Ada kisah yang beredar, bahwa Indonesia pernah mengalami kekurangan anggaran untuk biaya pembuatan patung ini, sehingga Presiden Soekarno harus rela menjual mobilnya untuk membiayai kekurangannya.
3. Patung Selamat Datang
Patung Selamat Datang dibangun untuk menyambut para atlet peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung ini berada di depan Hotel Indonesia dengan posisi berdiri persis di atas air mancur bundaran Hotel Indonesia.
Patung perunggu ini dibuat oleh Edhi Sunarso, dan dirancang bersama dengan Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta. Sesuai dengan namanya, patung ini dibangun untuk memberikan salam selamat datang bagi para pendatang.
Posisi patung yang menghadap ke arah kota (utara) juga menunjukan daerah kota berperan sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pendatang dari pelabuhan saat itu.
Disekitar patung ini terdapat lima formasi Air Mancur yang dijadikan simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila.
Simbol ini juga berperan untuk memberikan salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibukota Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. Orang-orang jakarta biasa menyebut patung selamat datang sebagai patung jali-jali atau patung HI.
4. Patung Pemuda Membangun
Patung perunggu ini dibuat oleh Edhi Sunarso, dan dirancang bersama dengan Henk Ngantung mantan Gubernur Jakarta. Sesuai dengan namanya, patung ini dibangun untuk memberikan salam selamat datang bagi para pendatang.
Posisi patung yang menghadap ke arah kota (utara) juga menunjukan daerah kota berperan sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pendatang dari pelabuhan saat itu.
Disekitar patung ini terdapat lima formasi Air Mancur yang dijadikan simbol ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila.
Simbol ini juga berperan untuk memberikan salam kepada kota Jakarta sebagai kota Ibukota Negara dan Kota Metropolitan dengan formasi ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang, Selamat Malam dan Selamat Hari Minggu. Orang-orang jakarta biasa menyebut patung selamat datang sebagai patung jali-jali atau patung HI.
4. Patung Pemuda Membangun
Pizza Man atau Patung Laki-laki bawa obor, begitulah orang-orang menamainya. Patung ini dibangun sebagai penghargaan untuk pemuda dan pemudi dalam keikut sertaannya pada pembangunan Indonesia.
Patung ini dilambangkan dengan seorang pemuda gagah dan kuat yang sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati.
Saat pembangunannya, patung ini direncanakan selesai pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, namun karena pembangunan belum selesai akhirnya diresmikan pada bulan Maret 1972.
Patung ini terletak di Bunderan Senayan, tempat strategis sebagai titik temu antara Senayan sebagai pintu gerbang Jakarta Pusat dengan area Jakarta Selatan.
5. Patung Pahlawan
Patung ini dilambangkan dengan seorang pemuda gagah dan kuat yang sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati.
Saat pembangunannya, patung ini direncanakan selesai pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971, namun karena pembangunan belum selesai akhirnya diresmikan pada bulan Maret 1972.
Patung ini terletak di Bunderan Senayan, tempat strategis sebagai titik temu antara Senayan sebagai pintu gerbang Jakarta Pusat dengan area Jakarta Selatan.
5. Patung Pahlawan
Patung ini dibuat sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia, yang dilambangkan dengan seorang laki-laki yang memakai caping (topi pak tani) menyandang senapan dan sedang meminta restu pada wanita yang ada disisinya untuk maju ke medan perang.
Disebabkan karena topi capingnya itulah, maka orang-orang biasa menyebut patung ini dengan sebutan patung pak tani.
Ide patung ini dimulai saat presiden Soekarno melakukan perjalanan ke kota Moskow dan beliau terkesan dengan patung-patung yang ada disana. Saat itu presiden Russia mengenalkan presiden Soekarno ke salah satu seniman yang bernama Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer.
Mereka pun kemudian diundang ke Indonesia untuk membuat patung yang melambangkan semangat kemerdekaan. Disinilah kedua pematung itu berkelana dan menemukan legenda Jawa Barat yang berkisah tentang seorang Ibu yang mengiringi anaknya untuk pergi berperang.
Sang Ibu memberikan semangat supaya sang anak memenangkan setiap peperangan dan selalu ingat dengan orang tua dan negaranya.
Patung perunggu ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia dengan menggunakan kapal laut, dan kemudian diresmikan pada tahun 1963 oleh Presiden Soekarno. Pada papan di monumennya tertulis: "Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".
Disebabkan karena topi capingnya itulah, maka orang-orang biasa menyebut patung ini dengan sebutan patung pak tani.
Ide patung ini dimulai saat presiden Soekarno melakukan perjalanan ke kota Moskow dan beliau terkesan dengan patung-patung yang ada disana. Saat itu presiden Russia mengenalkan presiden Soekarno ke salah satu seniman yang bernama Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer.
Mereka pun kemudian diundang ke Indonesia untuk membuat patung yang melambangkan semangat kemerdekaan. Disinilah kedua pematung itu berkelana dan menemukan legenda Jawa Barat yang berkisah tentang seorang Ibu yang mengiringi anaknya untuk pergi berperang.
Sang Ibu memberikan semangat supaya sang anak memenangkan setiap peperangan dan selalu ingat dengan orang tua dan negaranya.
Patung perunggu ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia dengan menggunakan kapal laut, dan kemudian diresmikan pada tahun 1963 oleh Presiden Soekarno. Pada papan di monumennya tertulis: "Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar".
sumber
Label:
berdirinya,
di,
dibalik,
fakta,
jakarta,
kisah,
monumental,
patung
Kamis, 31 Oktober 2013
Kisah Nabi Ilyas as
Ia diutus Allah SWT untuk memperbaiki aqidah salah satu suku dari bani Israil yang mendiami sebuah kota Balabak. Mereka ini menyembah berhala bernama Baal. namun betapapun gigihnya Nabi Ilyas berdakwah, kaumnya tidak mau mendengarkannya. Maka Allah menghukum mereka dengan azab didunia dan akhirat.
Nabi Ilyasa as
Ia putra dari paman Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya dalam berdakwah ia berpegang pada syariat dan metode nabi Ilyas. Al Quran tidak menguraikan tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan."Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik."(Q.S. Shaad : 48
Langganan:
Postingan (Atom)